Archives for category: Work

Semua yang ada pada hidup kita itu punya trade off. Pasti. Tidak ada hal yang didunia ini bisa kita capai tanpa pengorbanan pada suatu sisi.

Pada ilmu ekonomi, yang saya pelajari dulunya pada saat in class training – secara kan saya seorang Engineer yang pastinya tidak pernah belajar ekonomi di ruang kuliah – ada salah satu topik pembahasan yang disebut dengan impossible trinity atau trilemma bagi sebuah bank sentral. Kalau dilemma itu diartikan sebagai diantara dua pilihan, trilemma ini secara gampangnya dapat diartikan sebagai diantara tiga pilihan.

Diantara tiga pilihan bagi bank sentral tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kebijakan nilai tukar yang ditetapkan pada nilai tertentu
  2. Arus modal bebas keluar masuk
  3. Kebijakan moneter independen – yang sesuai dengan kondisi dalam negeri

Dari tiga pilihan tersebut, kita hanya bisa memilih 2 pilihan. 3 hal tersebut seluruhnya tidak dapat dicapai secara bersamaan. Anda harus mengorbankan hal ke-3 dalam usaha untuk pencapaian 2 hal lain yang Anda kejar. Ilustrasi trilemma tersebut sebagaimana gambar dibawah:

trilemma kebijakan

Pada saat ini, Kebijakan moneter Bank Indonesia sebagai bank sentral indonesia adalah Kebijakan Moneter yang Independen dan Arus modal bebas. Dampak dari kebijakan tersebut adalah berfluktuasinya nilai tukar Rupiah.

Menurut saya pribadi, kebijakan tersebut adalah kebijakan yang terbaik untuk kondisi saat ini mengingat apabila kebijakan yang diambil adalah kebijakan untuk melakukan capital control, maka dampaknya adalah semakin menurunnya jumlah investasi asing ke dalam negeri yang saat ini sangat amat dibutuhkan oleh Indonesia.

Nah, dari situ saya juga belajar bahwa ternyata banyak juga trilemma lainnya yang kita hadapi di kehidupan sehari-hari. Setidaknya, dalam kehidupan saya terdapat 5 (lima) trilemma lainnya yang pernah saya alami sendiri. Read the rest of this entry »

Kebanyakan manusia punya tujuan individu yang relatif sama yakni untuk memperbaiki keturunan dan meningkatkan kemakmuran pribadi dan golongan. Memang kita sadari bahwa tidak semuanya sukses dalam mencapai tujuan tersebut. Masing-masing individu mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang berbeda satu sama lain.

Individu dengan kemampuan dan kesempatan yang lebih baik memiliki kemungkinan besar untuk memenangkan persaingan dengan orang lainnya dalam mencapai tujuan tersebut. Ketidaksamaan peluang dan kemampuan tersebut pada akhirnya menyebabkan wealth inequality (selanjutnya disebut inequality)atau ketidaksamaan kemakmuran antara manusia satu dengan lainnya.

Masalah inequality ini ternyata banyak dialami oleh negara maju seperti: Amerika (negara tebesar di Dunia dilihat dari Produk Domestik Bruto). Bilyuner dan orang-orang terkaya di Dunia pada umumnya berkewarganegaraan Amerika. Permasalahan dari adanya bilyuner di negara tersebut adalah tingginya gap pendapatan per tahun antara 10% penduduk Amerika pada urutan pendapatan tertinggi dengan 50% penduduk Amerika pada urutan pendapatan terendah adalah sangat jauh (pendapatan setelah pajak/income tax).

income shares thomas piketty

Read the rest of this entry »

Beberapa bulan terakhir sering kita lihat promo dari sejumlah Bank yang menawarkan gadget mahal jika kita mau menabung di Bank tersebut. Gadget seperti iPhone, BlackBerry Z30, iPad, bahkan ada juga bank yang memberikan hadiah Mobil dalam promosi tabungannya.

tabungan berhadiah

Promosi dari bank tersebut pada umumnya adalah mewajibkan nasabah untuk menabung dalam jumlah yang terhitung cukup signifikan dengan jangka waktu simpanan yang cukup panjang (kontrak). Ada juga promo tabungan yang juga mewajibkan kita untuk menabung secara berkala. Nasabah akan dikenakan penalti jika terjadi pengambilan dana sebelum jatuh tempo kontrak.

Saya yakin bahwa promo tabungan berhadiah tersebut cukup menarik. Ada juga teman saya di Kantor yang mengikuti promo tersebut.

Read the rest of this entry »

Salah satu hobi saya adalah membaca. Cukup banyak bacaan saya yang ditulis oleh penulis asing. Hal tersebut menyebabkan saya, sedikit banyak, terpengaruh oleh pandangan dari penulis-penulis tersebut.

Beberapa buku yang telah saya baca:

IMG_20140223_150633

Di bidang keuangan, misalnya, influence dari Nassim Nicholas Taleb, Michael Lewis dan John Kay sangat mempengaruhi view saya. There is no free lunch, you cannot beat the market, random walk down wall street dan beberapa istilah keuangan lainnya pun turut saya pahami.

Saya yakin pembaca sekalian juga memiliki idola dari luar negeri yang juga menjadi influence dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu dari sisi gaya hidup, keuangan, fashion maupun lainnya.

Adanya pengaruh dari budaya luar (asing) tersebut ternyata sudah merasuk pada kehidupan sehari-hari kita. Sebegitu merasuknya sampai membuat kita lupa dengan kearifan lokal kita sendiri.

Read the rest of this entry »

Posting kali masih berkaitan dengan status yang kali ini sedang hangat-hangatnya yakni Kenaikan Harga Gas LPG. Salah satu penyebab kenaikan harga gas LPG tersebut adalah disebabkan oleh Melemahnya nilai tukar Rupiah yang seharusnya menjadi tugas Bank Indonesia untuk menjaganya.

Apa sih nilai tukar Rupiah itu? nilai tukar Rupiah adalah jumlah rupiah yang harus kita bayarkan atau kita terima ketika kita menukarkan Rupiah dengan mata uang negara, misalnya Dolar.

Untuk itu, marilah kita coba menganalogikan nilai tukar dengan ilustrasi toko roti sebagai berikut:

Read the rest of this entry »

Anda pasti sering melihat peta dunia kan?

Peta dunia adalah simplifikasi atas dunia (bumi) yang sebenarnya adalah berbentuk bola 3 dimensi yang kemudian diproyeksikan dalam peta 2 dimensi.

Peta dunia yang umum kita lihat adalah yang peta bumi yang seperti ini:

peta dunia

Peta dunia tersebut mengambil sudut pandang dengan menggambarkan Amerika, Afrika, Eropa, Asia dan Australia (dari kiri ke kanan). Permasalahannya disini adalah: adanya ilusi bahwa Asia dan Rusia letaknya sangat sangat jauh jika ke Amerika. Kemungkinan tersebut dapat terjadi karena 2 hal:

1. Kita benar-benar tidak mengetahui bahwa bumi itu bulat sehingga mempercayai kebenaran hal tersebut

2. Kita tahu bahwa bumi itu bulat namun tertipu dengan adanya penggambaran/sudut pandang dari peta tersebut.

Saya yakin ada beberapa pembaca yang masuk kategori 2 (tertipu karena sudut pandang) =P

Read the rest of this entry »

Ide untuk menulis Tips Boarding pesawat ini muncul pada saat saya melakukan perjalanan ke Malaysia tahun lalu.

Saya teringat dengan penelitian dosen saya waktu kuliah bapak Dr. Ahmad Rusdiansyah, yang bertujuan untuk meminimasi waktu boarding pesawat. Sudah berapa tahun ya?? Hehe..

Beberapa penelitian untuk meminimasi waktu boarding pesawat adalah:

Astrophysicist shows why it takes so long to board a plane.

Kemarin sih saya membaca sedikit terkait dengan penelitian tersebut dalam bentuk video. Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa random-boarding (boarding yang tidak diatur oleh maskapai) lebih cepat dibanding dengan boarding secara block/back-to-front/front-to-back (bagian depan diisi terlebih dahulu atau sebaliknya).

Note: Garuda Indonesia menggunakan metode back-to-front, dan saya merasakan sendiri bahwa kemarin metode tersebut kurang efektif =P Garuda Indonesia menggunakan sticker front row (warna merah), middle row (warna biru tua), rear row (warna hijau).

Boarding pass garuda indonesia Read the rest of this entry »

Beberapa minggu lalu saya membaca sebuah link/blogpost dari suamigila.com yang berasal dari ReTweet teman saya di twitter.

Posting tersebut mengulas tentang: Swasembada di Indonesia.

Setelah membaca dengan seksama posting tersebut, saya merasa posting tersebut isinya lumayan namun terlalu panjang.

Posting tersebut menurut saya dapat disederhanakan lebih lanjut menjadi 1-3 paragraf saja dengan mengambil tema Comparative Advantage of Indonesia.

Teman-teman yang belajar ekonomi pasti mengenal tema dari comparative advantage – David Ricardo.

A Country could not fullfill all of their need alone. Suatu Negara memerlukan negara lainnya untuk memenuhi kebutuhannya dengan lebih baik.

Read the rest of this entry »

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 4,700 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 8 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Berikut ini adalah lanjutan dari tulisan saya sebelumnya:

Good Graphics, Bad Graphics (Part 1)

3 Grafik selanjutnya adalah sebagai berikut:

Contoh 3: Grayscale

Obama Grayscale

Gambar diambil dari Wall Street Journal.

Harian sekelas “Wall Street” pun masih bisa melakukan kesalahan. Untuk gambar diatas misalnya, tidak ada informasi yang jelas terkait dengan state yang memilih Obama/Romney untuk Pemilu AS tahun 2012. Mungkin kalau gambar tersebut dicetak dengan warna pasti hasilnya berbeda. Masalahnya adalah, anda harus selalu bersiap untuk hal yang tidak diperkirakan sebelumnya, yakni pencetakan hitam/putih/grayscale.

Untuk pencetakan grayscale, anda harus menggunakan tanda untuk legenda pada gambar. Legenda untuk grayscale harus lebih dari sekedar warna, dia harus ditambahkan simbol atau garis.

Berikut adalah reproduksi saya dengan warna grayscale dari gambar diatas:

Obama’s Divided Nation

Untuk dicetak 1 warna hitam saja pun juga bisa, asalkan ada tambahan simbol atau garis sebagai legenda pada gambar.

Gambar 4: Perbedaan Satuan

Seringkali kita dihadapkan dengan data yang harus ditampilkan dalam grafik namun sayangnya dia memiliki satuan yang berbeda. Hasilnya adalah data ambiguity jika data yang memilik satuan yang berbeda tersebut tidak ditampilkan pada dua sumbu Y seperti gambar berikut: Read the rest of this entry »