Archives for category: Work

Sekitar 5 tahun yang lalu, saya pernah dikirim cerita motivasi lewat BBM oleh seorang teman. Menurut saya, ceritanya sangat menarik dan menggambarkan bahwa manusia adalah mahluk yang penuh bias. Sayangnya BBM nya sudah hilang dan saya harus menulis ulang ceritanya. Ceritanya tidak persis seperti yang saya tulis ulang ini. Saya berikan sedikit narasi tambahan supaya lebih dramatis. Eeaa..

panoramic-york-train-station

Ceritanya adalah sebagai berikut:

———————

Bayangkan anda atau rekan anda menghadapi 4 (empat) situasi seperti ini:

Kondisi dari situasi tersebut adalah sebagai berikut: anda baru turun dari stasiun kereta yang ada di dekat tempat tinggal, pada siang hari, dengan kondisi stasiun yang sangat ramai. Di tengah-tengah kondisi tersebut, ternyata dompet anda yang penuh dengan uang kas dan surat-surat penting ternyata terdorong keluar dan akan jatuh dari saku celana.

Pertama, ada orang yang menepuk anda dari belakang dan mengingatkan anda untuk menjaga agar dompetnya tidak jatuh. Anda pun bereaksi dengan segera memasukkan dompet kembali ke dalam celana. Kemudian anda pun hanya tersenyum ke orang yang mengingatkan, mungkin tanpa mengucapkan terima kasih dan terus berjalan.

Kedua, dompet anda terjatuh dan anda tidak menyadarinya. Tiba-tiba ada orang dari jarak sekitar 10 meter memanggil anda, lewat baju dan merek dompet, dan anda pun menoleh melihat ada orang yang memegang dompet yang anda sadari ternyata telah terjatuh. Anda kemudian menghampiri orang tersebut, mengambil dompet anda, menjabat tangan, seraya mengucapkan terima kasih berkali-kali. Bahkan mungkin bercerita kalau anda menghargai upayanya mengingat isi dompet yang sangat berharga. Read the rest of this entry »

Advertisements

Inovasi proses bisnis peer-to-peer terjadi tidak hanya di bidang transportasi (Uber, Go-Jek, Grab), bidang pariwisata/hotel (airbnb.com) dan bidang lainnya, termasuk bidang keuangan.

Saat ini tersedia aplikasi atau platform bagi masyarakat untuk dapat memberi dan menerima pinjaman kepada orang lain secara online atau biasa disebut dengan peer-to-peer lending.

Beberapa aplikasi, website, atau platform yang menawarkan peer-to-peer lending adalah GandengTangan, Modalku, Investree, Crowdo, KoinWorks, Amartha, dan Mekar.

peer to peer lending indonesia

Masyarakat yang membutuhkan dana dapat melakukan posting mengenai kebutuhan dananya pada situs-situs tersebut dan kemudian masyarakat lainnya yang kelebihan dana dapat menempatkan dananya dengan imbalan bunga tertentu. Imbalan yang diberikan umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga deposito. Pada salah satu situs, suku bunga yang ditawarkan tercatat sebesar 11% – 17% per tahun, tergantung dengan risiko dan karakteristik dari peminjam dana.

Konsep peer-to-peer lending tersebut adalah sebagai berikut:

image

image courtesy of modalku.co.id

Secara teori, bisnis peer-to-peer ini memberikan keuntungan bagi pemberi dan penerima pinjaman. Bayangkan kredit konsumsi bagi PNS skema potong gaji yang merupakan kredit dengan risiko rendah, saat ini menerima pinjaman dengan suku bunga +16% per tahun dari perbankan. Tentunya kita juga mau dong melakukan penempatan dana dengan imbal hasil sebesar 16% per tahun tersebut.

Read the rest of this entry »

Film The Big Short adalah film ber-“genre” finance yang dapat dibilang cukup jarang tampil di jagat perfilman dunia. Beberapa film tentang finance diantaranya adalah: Margin Call, Wolf of The Wall Street, Inside Job, dan Too Big Too Fail. Film ini diadapsi dari buku The Big Short karangan Michael Lewis. Cerita dari buku tersebut utamanya berpusat pada 4 (empat) orang pelaku pasar yang sukses menebak krisis Amerika tahun 2008 dan mengambil keuntungan atas terjadinya krisis dimaksud. Ga tanggung-tanggung, keuntungan yang diperoleh masing-masing orang tersebut pada saat terjadinya krisis mencapai ratusan juta dolar. Oh iya, film ini juga mengikutsertakan beberapa penyanyi, aktris, maupun chef terkenal untuk menggambarkan ilustrasi atas hal-hal yang sulit dipahami oleh orang yang awam di dunia finance.

Meskipun terlambat, saya ingin mengucapkan selamat bagi sebuah film tentang Finance yang diadopsi dari true story: The Big Short. Pada perhelatan oscar yang lalu, film ini memenangkan penghargaan best adapted screenplay. Selain memenangkan best adapted screenplay, film ini juga dinominasikan untuk 4 penghargaan lainnya. Selengkapnya baca di sini.

the big short

Saya akan mencoba menjelaskan film tersebut secara singkat (kayaknya gak singkat deh =P).

Read the rest of this entry »

Beberapa hari yang lalu, mantan menteri keuangan kita, yang juga adalah seorang Ekonom, yaitu Bapak Chatib Basri, nge-twit tentang keakuratan atas prediksinya yang di tulis pada akhir tahun lalu. He got it right, ditambah dengan pernyataan bahwa kalau ekonom memprediksi akurat, itu kebetulan saja.

image

Kalau ada yang ingin baca tulisannya, bisa dilihat di link berikut ini: Tantangan belum berakhir. I think that this shows us how humble Pak Chatib Basri is. Banyak orang yang biasanya menyombongkan diri kalau bisa menebak sesuatu dengan tepat, apalagi kalau itu adalah hal yang besar.

Terus, kalau memang proyeksi seorang ekonom sering salah, dan bahkan apabila benar lalu dikatakan bahwa itu cuman keberuntungan, terus apa gunanya seorang ekonom memproyeksi kondisi ekonomi ke depan? Ekonom memproyeksi masa depan untuk memberikan warning atau arahan yang perlu dipersiapkan apabila proyeksi tersebut benar-benar terjadi. Kita perlu memiliki awareness agar kita dapat bersiap diri untuk hal yang akan datang. Gampangnya, ramalan akan terjadinya hujan mungkin belum tentu benar terjadi, tapi kita bisa perlu bersiap untuk memiliki dan membawa payung (sedikit tulisan saya yang terdahulu tentang forecasting dapat di baca di link ini).

Tetap sih, butuh skill untuk membuat proyeksi yang baik. Kalau misalnya proyeksi kita salah terus, ngapain orang aware terhadap proyeksi kita. Awareness comes at cost. Misalnya, bawa payung tapi tidak terjadi hujan. Ada buku menarik yang membahas tentang luck and skill yaitu buku karangan Michael J. Mauboussin: The Success Equation: Untangling Skill and Luck in Business, Sports, and Investing. Intinya dapat di lihat pada gambar di bawah ini:

Pure 100% skill only exist at chess, but not so much at (many) market activities.

Read the rest of this entry »

 

persimpangan jalan22 November 2015, 4 tahun menggawangi industri

Tiada hentinya menerbitkan regulasi dan melakukan edukasi

Mengawasi instistusi berisiko tinggi

Sebagai tulang punggung utama ekonomi

 

Meskipun masih ada kekurangan di beberapa sisi

Namun engkau selalu berbenah Diri

Demi supervisi terintegrasi

Menjaga segala bentuk keuangan terkonglomerasi

 

Tidak terasa tinggal 30 hari lagi

Waktu bagi diri untuk memantapkan hati

Memilih kanan atau kiri

Yang pasti, semua dapat memilih secara mandiri

Tak ada yang namanya disposisi

 

Sebelum memilih 22 Desember nanti

Yang pasti harus banyak berkontemplasi

Apa yang menjadi tujuan hidupmu selama ini?

Semoga itu bisa menjadi instrospeksi

Read the rest of this entry »

Setelah tertarik dengan menghitung dan memastikan informasi atas produk reksadana sebagaimana saya tulis pada posting sebelumnya, saya jadi tertarik untuk mengulas beberapa hal mengenai karakteristik return dari reksadana.

Sekedar informasi bagi pembaca: Reksadana adalah suatu produk pasar modal. Produk reksadana adalah suatu bentuk penempatan dana oleh investor (masyarakat) kepada manajer investasi untuk dikelola sesuai dengan jenis penempatan yang disepakati, misalnya: saham, obligasi, dan produk lainnya. Penempatan dana oleh manajer investasi dibatasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Harga reksadana berfluktuasi tiap harinya, mengikuti jenis dari penempatan masing-masing produknya. Informasi lebih rinci dapat dilihat di: wikipedia reksadana.

Umumnya, kalau melihat brosur atau informasi mengenai produk reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, kita akan disuguhkan informasi mengenai kinerja atau past performance dari reksadana tersebut. Beberapa sekuritas dan manajer investasi umumnya akan menginformasikan kinerja mereka selama 1 tahun s/d 3 tahun terakhir. Dari web infovesta.com, saya mencoba mengambil 5 produk reksadana berjenis saham dengan rating ***** s/d ****-. Produk reksadana yang saya ambil sebagai sampel adalah sebagai berikut:

rating reksadana infovesta

Informasi return tersebut di atas adalah return reksadana terhitung dari 1 Januari 2011 s/d 1 Juni 2016.

Banyak teman dan rekan saya yang beranggapan bahwa reksadana yang baik adalah reksadana dengan pertumbuhan growth unit yang tertinggi. Dalam hal contoh di atas, reksadana Pratama Saham adalah yang terbaik. Benarkah demikian? Read the rest of this entry »

Beberapa hari yang lalu, saya melihat brosur produk reksadana dari salah satu lembaga keuangan perbankan di Indonesia. Setiap kali saya melihat produk reksadana, saya langsung melihat bagian atau informasi mengenai return atau imbal hasil atas investasi produk reksadana tersebut. Btw, saya yakin bahwa banyak rekan-rekan sekalian yang sama dengan saya =P. Pada bagian return tersebut brosur manajer investasi yang melakukan pengelolaan reksadana, khususnya Saham, terdapat ilustrasi hasil kelolaan investasi sebagai berikut:

image

Informasi yang disampaikan pada brosur tersebut utamanya adalah return dari alternatif-alternatif investasi. Brosur tersebut memang tidak memuat informasi mengenai return dari produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan (manajer investasi) tersebut. Yang ada adalah return dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 10 tahun terakhir terhitung sejak tanggal 27 Feb 2004 s/d 27 Feb 2014 atau selama 10 tahun. Read the rest of this entry »