Archives for posts with tag: sosial

Beberapa tahun belakangan, saya dan beberapa teman saya yang tergolong dalam sebuah grup terinspirasi untuk mendirikan dan mengelola yayasan. Sayangnya, masih belum kesampaian karena kesibukan masing-masing (alibi.. haha).

Ternyata eh ternyata, di sekeliling saya banyak juga teman bahkan senior di kantor yang sudah mendirikan dan mengelola yayasan dalam berbagai bentuk seperti petisi, movement foundation, care, philantrophy or apapun itu, baik formal maupun non formal. Tidak perlu saya sebut namanya, yang pasti saya bangga dengan segala yang dimulai untuk berbagi dengan sesama dalam bentuk apapun.

hand help yayasanAniwei, kami juga ingin mendirikan yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan. Syukur-syukur nantinya bisa sebesar Ancora Foundation yang didirikan oleh Bapak Gita Wirjawan.

Jadi, memang kami belum mendirikan yayasan. Tapi kalau toh boleh sharing, berikut adalah 3 (tiga) dasar yayasan yang kami anggap sangat diperlukan sebagai berikut:

1. Kelangsungan Usaha Yayasan Untuk Selamanya

Saya ingin mendirikan yayasan yang begitu dia didirikan, dia bisa hidup hingga selamanya. Susah memang, tapi setidaknya saya tidak ingin mendirikan yayasan hanya atas dasar pertemanan, angkatan, usaha yang terbatas dengan usia, waktu, lokasi, emosi dan lainnya. Read the rest of this entry »

Semua yang ada pada hidup kita itu punya trade off. Pasti. Tidak ada hal yang didunia ini bisa kita capai tanpa pengorbanan pada suatu sisi.

Pada ilmu ekonomi, yang saya pelajari dulunya pada saat in class training – secara kan saya seorang Engineer yang pastinya tidak pernah belajar ekonomi di ruang kuliah – ada salah satu topik pembahasan yang disebut dengan impossible trinity atau trilemma bagi sebuah bank sentral. Kalau dilemma itu diartikan sebagai diantara dua pilihan, trilemma ini secara gampangnya dapat diartikan sebagai diantara tiga pilihan.

Diantara tiga pilihan bagi bank sentral tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Kebijakan nilai tukar yang ditetapkan pada nilai tertentu
  2. Arus modal bebas keluar masuk
  3. Kebijakan moneter independen – yang sesuai dengan kondisi dalam negeri

Dari tiga pilihan tersebut, kita hanya bisa memilih 2 pilihan. 3 hal tersebut seluruhnya tidak dapat dicapai secara bersamaan. Anda harus mengorbankan hal ke-3 dalam usaha untuk pencapaian 2 hal lain yang Anda kejar. Ilustrasi trilemma tersebut sebagaimana gambar dibawah:

trilemma kebijakan

Pada saat ini, Kebijakan moneter Bank Indonesia sebagai bank sentral indonesia adalah Kebijakan Moneter yang Independen dan Arus modal bebas. Dampak dari kebijakan tersebut adalah berfluktuasinya nilai tukar Rupiah.

Menurut saya pribadi, kebijakan tersebut adalah kebijakan yang terbaik untuk kondisi saat ini mengingat apabila kebijakan yang diambil adalah kebijakan untuk melakukan capital control, maka dampaknya adalah semakin menurunnya jumlah investasi asing ke dalam negeri yang saat ini sangat amat dibutuhkan oleh Indonesia.

Nah, dari situ saya juga belajar bahwa ternyata banyak juga trilemma lainnya yang kita hadapi di kehidupan sehari-hari. Setidaknya, dalam kehidupan saya terdapat 5 (lima) trilemma lainnya yang pernah saya alami sendiri. Read the rest of this entry »