Story:

An engineer who while visiting china came accross a large crew of men building a dam with picks and shovels. When the engineer pointed out to the supervisor that the job could be completed in a few days, rather than many months, if men were given motorize equipment, ex: backhoe, the supervisor said that such equipment would destroy their jobs. The engineer responded “Oh, I thought you were interested in building a dam. If its more jobs you want, why dont you have your men use spoons instead of shovels.

Read the rest of this entry »

Doa anak untuk orang tua, yang sering diajarkan di sekolah, adalah:

doa6

Artinya: “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mengasihi aku diwaktu kecil.”

Perlu ditekankan arti “… kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mengasihi aku diwaktu kecil.

Sebagai orang tua, beruntunglah mereka yang mengasuh anaknya diwaktu kecil dan didoakan oleh anak mereka sesuai doa tersebut. Read the rest of this entry »

Farewell, Dota!

Apaan sih Dota itu?

Dota adalah singkatan dari Defense of The Ancients. Dota adalah sebuah game yang merupakan expansion map dari Warcraft III.

dota_allstars_5v5_by_kunkka

Defense of The Ancients

Game ini sangat menarik karena bisa dimainkan secara online (berhadapan dengan musuh dimana saja diseluruh Indonesia maupun Dunia) dengan format maksimal pemain adalah 5v5.

Saya sendiri sudah bermain dota sekitar +- 6 tahun lamanya. Mulai bermain sejak kuliah semester I. Lama juga ya… Hehehe,,, Read the rest of this entry »

60-63

logo_HUT_RILogo HUT RI Ke 65

Logo 66 tahun

Semua gambar diatas adalah logo yang digunakan untuk memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus. Gambar diatas adalah logo peringatan HUT Proklamasi RI yang ke-60 (2004) s/d yang ke-66 (2011) Read the rest of this entry »

Pada posting sebelumnya: Membuat Fan Chart (Part 1) telah dibahas tentang kegunaan fan chart dalam menjelaskan proyeksi dengan ketidakpastian.

Nah, dalam posting ini kita akan membahas tentang bagaimana cara membuat 2 grafik yang telah ditampilkan pada posting sebelumnya yakni: Grafik 1 dan Grafik 2 (Fan Chart).

Oh iya, kedua grafik tersebut dibuat dengan menggunakan Microsoft Excel.

Grafik 1

Step 1: Generate data dengan rincian sebagai berikut: (1) kondisi existing, (2) proyeksi low, dan (3) proyeksi high. Bentuk datanya kira-kira seperti ini:

Excel

Step 2: Blok data tersebut dari ujung kiri atas ke ujung kanan bawah. Selanjutnya tinggal klik insert –> line –> 2-D line –> Opsi no 1 seperti pada gambar dibawah ini

Step 2

Step 3: Langkah terakhir yakni finishing untuk grafik sehingga menghasilkan tampilan yang sama dengan grafik 1. Kita tinggal merubah output grafik dari excel dengan memilih garis hijau dan garis merah dan mengganti Format kedua garis tersebut dengan warna lain dan garis putus-putus. Voilaaa!

Read the rest of this entry »

Saat ini semua orang semakin jago saja membuat report ataupun presentasi dengan tambahan tampilan grafik yang mewah indah.

Ya, tampilan report/presentasi dan grafik adalah hal penting yang harus dikuasai dalam membuat presentasi ataupun membuat report agar audience kita mengerti dengan mudah maksud dari hasil yang ingin kita tampilkan.

Yak, sekarang saya ingin berbagi cara membuat fan chart. Menurut saya chart ini sangat bagus jika kita ingin menampilkan proyeksi kita ke depan namun tetap ingin mengikut sertakan ketidak pastian didalamnya.

Misalnya: kita ingin menampilkan proyeksi jumlah penduduk dalam satu tahun kedepan dengan interval kepercayaan tertentu (misal 95%). Kalau kita ingin menampilkannya dalam 1 grafik, maka kita perlu menampilkan proyeksi jumlah penduduk (rataannya) disertai dengan rentang ketidak percayaan kita.

Grafik yang dapat mewakili hal tersebut misalnya:

Proyeksi pertumbuhan penduduk

Grafik ini sebenarnya sudah cukup bagus untuk menggambarkan bahwa kita memproyeksikan jumlah penduduk kedepannya dan kita juga sudah memasukkan interval kepercayaan 95% dalam grafik tersebut. Read the rest of this entry »

Dengan sedemikian banyaknya jumlah umat islam yang semakin kaya dan berkecukupan maka semakin besar pula keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Untuk mendaftar haji pun harus antri hingga bertahun-tahun karena semakin banyaknya jumlah calon jamaah haji.

Siapa sih yang tidak ingin naik haji? bertamu di tanah haram? menikmati padang arafah?

Bagaimana dengan kita yang punya rencana untuk naik haji dan sedang mencari cara untuk mendapatkan uang untuk Ongkos Naik Haji (ONH) dengan cara menyisihkan uang dari hasil bekerja? Adakah investasi yang tepat jika kita ingin naik haji, sesuai dengan syariah dan tidak terkotori dengan riba?

Akhir-akhir ini semakin banyak perencana keuangan atau penjual emas yang berpromosi tentang gold based financial planning, gold syariah financial planning dan semacamnya yang ujung-ujungnya adalah menyatakan bahwa emas adalah instrumen terbaik untuk berinvestasi.

Apa sih keunggulan emas yang dibangga-banggakan itu? Read the rest of this entry »

Menyambung posting saya sebelumnya tentang belajar yang salah satunya terkait dengan Financial Market.  Disebutkan bahwa, Yale University, sejak tahun 2000-an, mengelola (menginvestasikan) keuangan-nya dengan menggunakan manajer investasi yang tidak lain adalah mantan alumninya sendiri. Investasi dari Yale sangat sukses dengan rataan pertumbuhan investasinya mencapai hampir 20% per tahunnya.

Saya jadi teringat tentang pengelolaan keuangan di Perguruan Tinggi (PT), khususnya PT Negeri. Misalnya di ITS, uang hasil SPP, hibah, proyek keilmuan dan pendapatan lainnya hanya diinvestasikan dalam bentuk deposito yang returnnya relatif rendah, kalau tidak salah hanya 6% per tahunnya. Dan itupun tidak semua pendapatan yang ada diinvestasikan.

Jauh sekali kalau dibandingkan dengan investasi yang dilakukan oleh Yale. Saya yakin sebenarnya PTN kita sangat berlebih dalam sumber daya dan secara teknis seharusnya sudah mampu berfikir terkait dengan investasi mengingat besarnya jumlah dana yang dikelola oleh PTN tersebut. Kalau dimisalkan jumlah seluruh mahasiswa di suatu PTN ada 25.000 dan setiap semester membayar SPP sebesar minimal Rp 1jt, setidaknya ada pendapatan sebesar Rp 25M tiap semesternya.

Dengan estimasi pendapatan minimum sebesar itu, seharusnya PTN mampu memilih alternatif-alternatif lain diluar deposito untuk berinvestasi.

Kembali ke pertanyaan dasar, kenapa sih kira-kira PTN itu memilih untuk investasi di deposito? Menurut saya ya jawabannya tidak lain adalah karena kemudahan, risiko yang rendah, dan (MUNGKIN) ada ‘kerjasama’ antara pelaku investasi dalam PTN tersebut dengan bank.

Kalau dalam investasi, biasanya kita mengenal 3 tujuan yaitu: tujuan likuiditas, keuntungan, dan keamanan (risiko rendah). Kalau toh ada yang berpendapat secara khittoh-nya PTN itu tidak diciptakan untuk mencari keuntungan, kenapa tidak diinvestasikan saja ke Surat Utang Negara (SUN) yang notabene dapat mencakup 3 tujuan tersebut dan sangat menarik investor asing? atau kalau memang keuangan kampus itu dikelola secara profesional dengan tujuan keuntungan, kenapa tidak dimainkan di pasar modal? Harusnya, PTN, yang notabene dipenuhi oleh orang-orang dengan kemampuan teknis yang superior, dapat memperoleh return yang optimal dari pasar saham! atau mungkin they couldn’t do what they teach?

Atau yang lebih membanggakan lagi, dapat dicontoh, adalah UGM dengan membangun Bank sendiri (Bank Perkreditan Rakyat Duta Gama) atau berinvestasi di sektor riil?

Seharusnya banyak yang PTN dapat lakukan untuk memanage keuangan mereka. Pastinya lebih banyak dari yang ada di tulisan ini.

Vivat! Untuk keuangan PTN yang mandiri!!

Selama setahun terakhir (Maret 2010 – Maret 2011) banyak hal yang saya pelajari.

Belajar tentang kekurangan diri pribadi, belajar tentang masa depan, belajar tentang keilmuan yang sama sekali baru buat saya dan belajar tentang bagaimana hidup mandiri =) Meskipun sampai saat ini saya belum mampu mengatasi kekurangan diri pribadi, toh saya sudah berusaha semaksimal mungkin. InsyaAllah nanti pasti ada jalannya.

Salah satu hal penting yang saya pelajari selama setahun tersebut adalah bahwa kemampuan menulis itu adalah sangat penting. Damn, Hahaha.. Yah, buat saya yang kemampuan menulisnya masih rendah saya rasa ketertinggalan saya cukup jauh.

Btw, selama beberapa minggu terakhir ini, saya belajar dari video lectures beberapa Profesor dari Yale University. Video lectures nya sangat menarik. Kebetulan saya mencoba mengikuti The Philosophy of Death (Prof. Shelly Kagan) dan Financial Markets (Prof. Robert Shiller). Sangat Menarik. Must see! (Daripada nonton video bajakan-nya bioskop =D). Saya sendiri masih belum tamat melihat video lectures mereka. Death masih week-1 dan Financial Markets sudah week-3. Meskipun begitu, saya dapat menyatakan bahwa video lectures-nya sangat bagus dan sangat berkualitas.

Gaya mengajar mereka berdua sangat luwes. Meskipun anehnya, mereka masih menggunakan papan tulis dengan kapur dalam mengajar. Hehe.. Satu kelebihan pengajar-pengajar tersebut dibandingkan dengan sejumlah dosen yang mengajar saya adalah cara mereka menjelaskan dengan komprehensif dan lebih menekankan pada pemahaman. Seringkali mereka meng-quote dan menjelaskan dasar-dasar dari apa yang mereka sampaikan. Kalau sempet, nanti akan saya rangkumkan materi video lectures per week dari kedua materi tersebut. Saya merekomendasikan video lectures tersebut untuk siapa saja yang ingin memanage hidupnya lebih baik dari sisi keuangan dan bagaimana harusnya manusia bertindak dengan mengetahui bahwa mereka nantinya akan mati.

Masih ada beberapa video lectures lainnya yang sangat menarik untuk diikuti. Yah, waktu juga sih yang membatasi.. pulang kerja udah pegal-pegal mana masih ada tugas lainnya juga #ehkokcurcol.. hehe

Btw, Selamat belajar! Apa lagi sih yang kita lakukan di dunia selain belajar dan menerapkan hal yang kita pelajari? Hehe..

Ketika saya bekerja dan berkumpul dengan teman-teman saya dan menyelesaikan tugas sampai malam, seringkali ada pertanyaan yang kira-kira seperti ini: “Untuk apa kita bekerja hingga malam hari begini? apa sebenarnya yang kita cari di dunia ini?, toh harta ga dibawa sampai mati kan?”

Ada sejumlah orang juga yang kurang lebih bertanya tentang hal yang sama.

Baru-baru ini, ketika isi dompet sedang menipis, saya mengalami kejadian yang tidak mengenakkan sehingga saya harus mengeluarkan uang yang kira-kira tidak sedikit. Saya pun merenung, cukup lama memang..

Hmm, mungkin inilah jawaban untuk pertanyaan diatas. Kita bekerja untuk dapat memenuhi tanggung jawab kita, untuk tidak lari dari tanggung jawab. Kalau saja saya tidak bekerja, kecil kemungkinan saya bisa untuk memenuhi tanggung jawab saya tersebut dan bisa saja saya lari dari kewajiban saya untuk mengeluarkan uang. Tapi tidak, saya bersyukur masih memiliki sejumlah uang untuk memenuhinya..

Ya, saya ingin mampu memenuhi semua tanggung jawab saya, selain untuk memenuhi segala janji yang terucap kepada orang lain, (misal: janji untuk menyelesaikan pekerjaan), juga yang terkait dengan pengeluaran uang. Untuk itulah saya bekerja sekeras mungkin.

Tidak hanya dalam pekerjaan dan uang saja kita harus memenuhi tanggung jawab kita.

Saya belum berani berjanji untuk memenuhi semua tanggung jawab saya, tapi saya akan berusaha sekuat tenaga!