Dengan sedemikian banyaknya jumlah umat islam yang semakin kaya dan berkecukupan maka semakin besar pula keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Untuk mendaftar haji pun harus antri hingga bertahun-tahun karena semakin banyaknya jumlah calon jamaah haji.

Siapa sih yang tidak ingin naik haji? bertamu di tanah haram? menikmati padang arafah?

Bagaimana dengan kita yang punya rencana untuk naik haji dan sedang mencari cara untuk mendapatkan uang untuk Ongkos Naik Haji (ONH) dengan cara menyisihkan uang dari hasil bekerja? Adakah investasi yang tepat jika kita ingin naik haji, sesuai dengan syariah dan tidak terkotori dengan riba?

Akhir-akhir ini semakin banyak perencana keuangan atau penjual emas yang berpromosi tentang gold based financial planning, gold syariah financial planning dan semacamnya yang ujung-ujungnya adalah menyatakan bahwa emas adalah instrumen terbaik untuk berinvestasi.

Apa sih keunggulan emas yang dibangga-banggakan itu?

Selama 10 tahun terakhir 2010 – 2010 pertumbuhan emas mencapai 20% per tahun atau dengan kata lain nilai emas telah berlipat 3x dalam 10 tahun.

Banyak sekali produk terkait dengan investasi emas yang ditawarkan, mulai dari cicil emas, tabungan emas, gadai emas dan lainnya yang dibungkus dengan spirit islami/syariah seperti emas untuk naik haji.

Ongkos naik haji, menurut salah satu perencana keuangan berbasis emas yaitu EJK, turun dengan drastis jika dibandingkan dengan dinar (1 dinar = 4,25 gr emas 22k ). Berikut adalah penjelasannya:

Dengan memperhitungkan ONH dan pergerakan harga Dinar emas, mari kita perhatikan data historis tabungan haji dalam bentuk Dinar:

ONH tahun 1997 (sebelum terjadi krisis) : 97 Dinar (ketika itu harga Dinar adalah Rp 94.000)

ONH tahun 2000 : 70 Dinar

ONH Tahun 2003 : 50 Dinar

ONH Tahun 2007 : 30 Dinar

ONH Tahun 2010 : 22 Dinar (saat ini harga Dinar adalah berkisar Rp 1.500.000)

sumber: facebook back to dinar

Kalau kita lihat dari penjelasan beliau, dapat diartikan bahwa ONH dalam dinar turun sangat drastis dari 97 dinar menjadi 22 dinar dalam 13 tahun.

Bahkan, sejumlah situs dan perencana keuangan lainnya memperkirakan pada tahun 2020 nanti ONH dalam dinar hanya sekitar 9,9 dinar. Luar biasa bukan investasi dalam emas ini?

ONH dalam dinar dan dolar v2

sumber: BPIH Turun (Lagi) 12 persen – Tahun 2020 Tinggal 9.9 Dinar (R26.05.09.10) – direproduksi ulang

Sangat menarik bukan investasi dalam dinar terkait dengan ONH?

Wait, data tersebut perlu untuk dipikirkan matang-matang dan ditelaah terlebih dahulu. Ada 4 (empat) hal yang menurut saya layak untuk diulas.

Pertama, ONH untuk tahun 1997 adalah sebesar USD3.900. Hah? kok bisa? Hal ini dimungkinkan karena economics of scale, first class hotel, penerbangan dan lainnya atau dengan kata lain ONH pada tahun tersebut relatif tinggi karena sejumlah fasilitas yang diberikan adalah fasilitas terbaik.

Berikut adalah ONH tahun 1996 – 1999

ONH 1999

Jadi, sangat tidak tepat kalau kita ingin membandingkan ONH tersebut dimulai tahun 1997. Jauh lebih tepat jika kita mengambil perbandingan dengan ONH tahun 1999 terhadap ONH tahun 2010.

Kedua, Mengingat bahwa harga emas secara internasional dihitung dalam dolar, maka nilai tukar USD/IDR sangat berpengaruh terhadap harga emasdalam rupiah.

Contoh: pada saat ini harga emas adalah USD1500 per troy oz (1 troy oz. = 31,01 gr). Nilai emas per gram dalam rupiah adalah Harga emas * Nilai tukar IDR/USD / 31,01

Perlu kita ingat bahwa pada tahun 1997 adalah saat sebelum terjadinya krisis moneter yang menyebabkan apresiasi yang sangat tinggi terhadap nilai dolar, dari sebelumnya 1 USD = 2500 meningkat hingga mencapai 4x lipat  (1 USD = Rp10.000). Yang disebutkan oleh EJK bahwa harga dinar pada saat itu adalah Rp97.000 meningkat 4x lipat pada tahun berikutnya mengingat apresiasi dolar yang meningkat 4x lipat terhadap rupiah.

Jadi, segala perbandingan untuk nilai dinar sebelum terjadinya krisis moneter atau tahun 1997/1998 terhadap saat ini adalah tidak tepat.

Ketiga, emas tidak selalu mengalami masa jaya atau selalu meningkat setiap tahunnya. Pada era 70 – awal 80 emas juga sempat mengalami peningkatan hingga 17x lipat. Namun kemudian kembali pada titik awal dan meningkat relatif lambat sesuai dengan inflasi hingga awal tahun 2000. Apakah siklus era 70 – awal 80 tersebut terulang kembali pada pergerakan harga emas saat ini?

Gambar diambil dari The Gold Boom Then and Now

Jadi, waspadalah terhadap klaim bahwa tren harga emas adalah selalu naik tiap tahunnya. Risiko dan volatilitas emas juga relatif tinggi dibandingkan dengan istrumen investasi lainnya.

Keempat, jika benar prediksi bahwa emas akan meningkat hingga akhirnya pada tahun 2020, ONH dalam bentuk emas adalah 42,5 emas (10 keping dinar) berarti dengan kurs 9.000 IDR/USD maka harga 1 gram emas mencapai Rp960.342. Mungkinkah emas mencapai harga tersebut?

Well, saya kok jadi menjelek-jelekkan emas ya? hehe.. Tidak, saya hanya menjelaskan lewat sudut pandang ya yang menurut saya lebih objektif daripada sudut pandang penjual-penjual emas yang sebagian besar hanya mengambil keuntungan dari pembeli.

Menurut saya, kenapa kita harus melebih-lebihkan investasi emas? emas hanyalah satu dari instrumen investasi yang ada di pasar.

Kalau toh kita bertujuan untuk membeli emas dengan tujuan menggunakannya (menghabiskannya) untuk naik haji dan membeli rumah atau dengan kata lain hanya untuk mencari return dari emas, kenapa tidak kita cari instrumen lainnya yang memberikan return lebih tinggi? =)

Emas, bagi saya jauh lebih tepat jika digunakan sebagai diversifikasi dari investasi pribadi. Emas dapat digunakan sebagai instrumen untuk memimasi total risiko dari portofolio atau sebagai bagian dari OCRA (optimal combination of risky assets).

Akhirnya, kalau bukan emas yang menjadi prioritas investasi utama, lalu apa yang harus kita pilih? =P

saham vs emas

Saham bisa menjadi alternatif anda jika ingin mendapatkan return yang lebih tinggi dari emas.

Rp100 yang anda investasikan di saham pada awal tahun 2001 berlipat menjadi Rp950,39 pada akhir tahun 2010. Rata-rata return saham mencapai 25,25% per tahun

Rp100 yang anda investasikan di saham pada awal tahun 2001 berlipat menjadi Rp390,71 pada akhir tahun 2010. Rata-rata return emas mencapai 14,60% per tahun

Selamat berhitung =)

Advertisements