Beberapa hari yang lalu, saya melihat brosur produk reksadana dari salah satu lembaga keuangan perbankan di Indonesia. Setiap kali saya melihat produk reksadana, saya langsung melihat bagian atau informasi mengenai return atau imbal hasil atas investasi produk reksadana tersebut. Btw, saya yakin bahwa banyak rekan-rekan sekalian yang sama dengan saya =P. Pada bagian return tersebut brosur manajer investasi yang melakukan pengelolaan reksadana, khususnya Saham, terdapat ilustrasi hasil kelolaan investasi sebagai berikut:

image

Informasi yang disampaikan pada brosur tersebut utamanya adalah return dari alternatif-alternatif investasi. Brosur tersebut memang tidak memuat informasi mengenai return dari produk yang ditawarkan oleh lembaga keuangan (manajer investasi) tersebut. Yang ada adalah return dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 10 tahun terakhir terhitung sejak tanggal 27 Feb 2004 s/d 27 Feb 2014 atau selama 10 tahun.

Permasalahannya adalah, brosur tersebut memberikan informasi keuntungan yang tidak tepat. Pada gambar tersebut disampaikan bahwa IHSG tumbuh 507,1% selama 10 tahun dengan nominal return per year (annual) adalah 50,7% (diperoleh dari angka pertumbuhan selama 10 tahun yakni 507,1% dibagi dengan angka 10). Hal ini adalah tidak tepat, seharusnya sesuai dengan Calculation Methodology yang dimuat dalam Global Investment Performance Standards atau biasa disebut GIPS (sebagai acuan global dalam penyampaian hasil pengelolaan investasi), perhitungan rataan imbal hasil per tahun adalah dengan menggunakan perhitungan geometrik, bukan dengan perhitungan aritmatik. Dengan menggunakan perhitungan geometrik diperoleh hasil bahwa rata-rata peningkatan investasi per tahun atas investasi pada Indeks adalah sebesar 19,76%, dengan perhitungan sebagai berikut:

perhitungan investasi

Kalau menggunakan perhitungan dari brosur tersebut, dengan pertumbuhan per tahun mencapai 50,70% selama 10 tahun, maka investasi sebesar Rp10.000.000,00 akan menjadi sebesar Rp604.132.950 di akhir periode investasi. Oleh karena itu, anda jangan mudah tergiur dengan informasi mengenai imbal hasil investasi yang disampaikan melalui penawaran investasi dari berbagai lembaga keuangan.

Dalam hal ini, return sebesar 19,76% dibandingkan dengan 50,70% adalah jauh berbeda. Dalam hal ini, konsumen pasti akan sangat tertarik dengan informasi return sebesar 50,70% per tahun selama 10 tahun, yang tentunya sangat sulit sekali untuk dicapai. Hal tersebut mendorong konsumen untuk berinvestasi di saham tanpa mengetahui lebih lanjut mengenai risikonya. Penggunaan informasi return yang salah dalam pengelolaan keuangan dapat menyebabkan anda salah dalam melakukan kalkulasi dana yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan investasi. Anda harus memastikan kembali dan atau mengklarifikasi informasi yang disampaikan melalui penawaran-penawaran investasi.

Bagaimana dengan informasi mengenai return dari reksadana dari manajer investasi selain yang saya sebutkan diatas? setali tiga uang, alias tidak semua lembaga keuangan menyajikan data dengan benar sebagaimana diatur dalam GIPS tersebut diatas.

Regulator dapat membantu masyarakat dalam memilih investasi yang baik dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memaksa seluruh lembaga keuangan, khususnya manajer investasi, untuk dapat mengacu atau comply terhadap standar yang termuat dalam pedoman GIPS tersebut diatas dalam melakukan pemasaran produknya. Kan fungsi regulator adalah untuk melakukan edukasi dan perlindungan terhadap konsumen?

Demikian, bersambung ke post berikutnya…

Selamat berinvestasi! =)

Advertisements