Don’t judge a book by its cover. Pepatah lama yang cukup sering kita gunakan.

Namun demikian, saya benar-benar ingin membahas bahwa kita tidak boleh hanya menjudge isi sebuah buku dari cover.

Saya sendiri jarang kali menilai sebuah buku dari covernya dan biasanya dalam menilai sebuah buku saya menggunakan testimoni dari orang yang sudah membaca buku tersebut.

Eh, kok kebetulan jaman sekarang kok ya di buku-buku yang tersebar di banyak toko buku seperti Gramedia, Periplus dan lainnya sudah mencantumkan testimoni pada Cover buku tersebut (baik cover depan maupun cover belakang). Misalnya pada buku berikut ini:

Cover buku

Testimoni dari buku itu dibuat oleh Tata Suharta, Aktivis Muda sebagai berikut:

Membaca buku ini seperti menapaki gelombang sejarah, merefleksikan, kenyatan masa lalu, realitas masa kini dan mencoba mendefinisikan masa depan. Di tengah kemelut ekonomi, huku, sosial dan politik dalam skup kebangasaan Indonesia diperlukan gagasan atau pemikiran sistematis dalam kerangka global untuk menyegarkan aktivitas setiap gerakan kepemudaan dan kebangsaan. Buku ini sangat menggugah dan menyadarkan.

Kalau dengan testimoni kayak gitu, buku ini cocok dibaca untuk siapa ya? Hehe..

Beberapa minggu yang lalu, saya baru saja selesai membaca buku Fooled by Randomness-nya Nassim Nicholas Taleb. A very good book untuk para pekerja di bidang keuangan.

Di dalam buku itu dibahas tentang Survivorship Bias yang dialami oleh manusia khususnya dalam kaitannya dengan investasi.

Survivorship bias itu kalau dalam kehidupan sehari-hari misalnya adalah: banyak generasi muda kita saat ini yang ingin menjadi artis dengan melihat artis-artis muda yang saat ini dapat tetap eksis dan sukses (survivor) tanpa menyadari betapa banyaknya artis muda lainnya yang sudah tenggelam dan anak-anak muda lainnya yang ingin menjadi artis.

Nah, kalau dalam permasalahan buku ini, kita juga dapat mengalami survivorship bias tersebut.

 

Kita dalam melihat testimoni buku (kalau tidak melakukan riset sebelumnya) hanya terbatas pada testimoni yang ada di cover buku tersebut tanpa menyadari bahwa bisa jadi bahwa testimoni yang tercantum di cover buku tersebut adalah 1 (satu) testimoni terbaik dari 1000 (seribu) testimoni yang ada dimana 999 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan) lainnya adalah testimoni buruk terhadap buku tersebut.. =D

Atau kalau memang kita in a hurry untuk membeli buku dalam rangka menemani perjalanan kita di pesawat atau lainnya. Coba cari testimoni dari orang-orang terkenal dan relatif netral seperti buku berikut ini:

Obliquity

Tentunya pastikan bahwa testimoni disana netral atau dalam kata lain, orang yang memberikan testimoni tersebut bukan penulis buku pada penerbit yang sama atau pihak lain yang terafiliasi dengan penerbit buku tersebut. Hehe..

(Tapi jangan kuatir, Obliquity-nya John Kay sangat bagus kok! ~ testimoni saya.. hihihi…)

Jadi gimana dong? Nah, kalau ga mau terkena survivorship bias. Pastikan bahwa kita melakukan riset terlebih dahulu atas buku yang kita beli dengan cara menanyakan pada teman, mencari reviewnya di internet, baca kritiknya, mencari list buku terbaik (seperti pada situs New York Times ini: http://www.nytimes.com/2011/11/22/books/review/100-notable-books-of-2011.html) dan cara lainnya agar kita tidak judge a book by its cover. =)

Bisa juga kita beli buku di toko buku Toga Mas yang menawarkan pengembalian buku maksimal setelah 3 hari. Jadi kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengetahui isi bukunya terlebih dahulu =D

Never judge a book by its cover!

Selamat Membeli Buku! =D

Advertisements