Dulu, waktu masih remaja, saya ingin sekali punya usaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau biasa disebut Pom Bensin (uangnya siapa tapiiii haha..). Menurut saya waktu itu, SPBU adalah salah satu bentuk usaha yang menjanjikan mengingat tingginya permintaan bahan bakar seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di daerah saya. Selain itu, juga menurut saya pada waktu itu, investasi pom bensin adalah sangat menguntungkan dan dapat dijadikan bekal sampai tua nanti.

Tapi sekarang, seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, saya merasa bahwa akan tiba saatnya pom bensin untuk tiba pada fase declining dan menjadi sebuah sunset business.

I put my bet on it karena beberapa hal, utamanya adalah karena: menurunnya jumlah kendaraan berbahan bakar minyak atau gas di masa yang akan datang karena tergantikan oleh kendaraan bertenaga listrik atau biasa disebut electric vehicle. Ya, electric vehicle akan menyebabkan usaha hilir migas berupa SPBU menjadi hilang dari kota kita (Video Nissan: imagine a city without gas station)

Bagaimana kendaraan elektrik akan menyebabkan hilangnya pom bensin dari sebuah kota. Jawabannya adalah karena keunggulan dari kendaraan elektrik dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (untuk sepeda motor tidak saya bahas karena secara konsep masalahnya adalah sama, bahkan akan lebih mudah untuk motor karena harganya yang tidak jauh berbeda). Keunggulan kendaraan elektrik dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak:

1. Mobil Listrik adalah Mobil Berkelas (untuk segmen mass market)

Pernah dengar tentang Tesla Models S? Belum? Kalau begitu, lihat gambar di bawah ini.

tesla model S

Ya, inilah mobil terbaik di saat ini, meskipun saat ini hanya tersedia di US. Masyarakat US memberikan mobil ini rating yang sangat tinggi dan exceptional: rating 103 dari 100 (consumerreport.org). Memang, Tesla Model S adalah kendaraan kelas premium, namun demikian Tesla juga punya beberapa model kendaran yang lebih murah namun tergolong luar biasa di kelasnya. Jangan salah, interior untuk model Tesla yang paling murah yaitu Model 3 (harga sekitar Rp500 juta) juga menggunakan interior yang mirip dan juga dilengkapi dengan dengan monitor touchscreen yang similar dengan Model S.

Masih belum yakin dengan kelas dan keindahan mobil elektrik? Nih, Faraday Zero 01 concept yang digawangi oleh mantan engineer di Tesla.

ffzero1

Masih banyak lagi mobil-mobil listrik lain yang juga menawan seperti: BMW i3, Nissan Leaf, dan lainnya.

2. Mesin elektrik jauh lebih efisien dibandingkan dengan mesin bahan bakar

Secara fisika, mesin elektrik pastinya lebih efisien dibandingkan dengan mesin bahan bakar. Mesin bahan bakar kurang efisien karena adanya panas dan gesekan yang terjadi ketika menggerakan motor, beda halnya dibandingkan dengan mesin elektrik. Secara ekonomi, mesin elektrik ~4x lebih efisien dibandingkan dengan mesin bahan bakar. efisiensi energi listrik

Hal ini akan menyebabkan biaya berkendara dengan kendaraan listrik menjadi jauh lebih murah dibandingkan dengan kendaraan bahan bakar. Beberapa sumber bahkan menyatakan bahwa total biaya yang dibutuhkan untuk berkendara sekitar 96.000 km selama 5 (lima) tahun adalah sebesar Rp70 juta (Rp700/km) untuk kendaraan bahan bakar dibandingkan dengan sebesar Rp20 juta (Rp200/km) untuk kendaraan elektrik.

3. Kendaraan elektrik jauh lebih mudah untuk dirawat

Jumlah parts di kendaraan elektrik (khususnya moving parts) adalah sangat rendah. Gambar di bawah ini adalah gambar dari sasis dan komponen mesin kendaraan bahan bakar minyak vs kendaraan elektrik (Tesla). Sasis dan komponen mesin Tesla sangat amat sedikit.

perbandingan sasis mesin elektrik vs mesin konvensional.png

Jumlah komponen yang sangat sedikit tersebut menyebabkan kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk merawat kendaraan, ga perlu ganti oli, ganti air radiator, ganti belt, dan lainnya. Tidak ada lagi yang namanya kopling, filter bensin, pompa dan injektor bensi, motor stater, termostat, dan lainnya. Saking sedikitnya, konon kabarnya jumlah moving parts untuk Tesla Model S hanya sebanyak 17 buah. Tujuh-belas-buah-my-men. Wow. Hal ini juga merupakan warning bagi perusahaan otomatif dan perusahaan pembuat komponen atau onderdilnya. Tidak perlu khawatir dengan keandalan mesin tersebut, beberapa produsen mobil listrik seperti Tesla bahkan memberikan garansi 8 tahun, tidak terbatas kilometer. Jadi, berapapun kilometernya, bahkan 10 juta kilometer pun tetap digaransi selama dipakai  8 tahun sejak pembelian.

4. Insentif dari Pemerintah

Pemerintahan yang ada di dunia telah sangat welcome dengan kedatangan mobil elektrik. Menurut mereka, mobil elektrik akan mengurangi jumlah polusi di kota, juga dapat mengurangi pengeluaran untuk subsidi minyak, dan pertimbangan lainnya. Negara-negara yang telah memberikan insentif terhadap pengembangan, produksi, dan penjualan mobil elektrik antara lain adalah China, India, Jerman, Jepang, dan Amerika. List lengkapnya dapat dibaca di sini.


Selain keunggulan di atas, komitmen perusahaan mobil untuk mengembangkan kendaraan elektrik juga sangat besar. Ford menyatakan bahwa mereka akan invest sebanyak $4.5 Miliar atau sekitar Rp55 Triliun untuk pengembangan kendaraan elektrik tersebut. Tesla sendiri saat ini sedang membangun Gigafactory di Nevada dengan luas sekitar 1 juta hektar. Satu-juta-hektar! Wow. Gigafactory tersebut dibangun dengan dana sekitar Rp60 Triliun. Pembangunan tersebut adalah untuk mendorong pengembangan baterai (sumber tenaga mobil elektrik) sekaligus menciptakan skala ekonomi (baterai dengan isi yang lebih banyak, dengan ukuran yang lebih kecil, namun dengan harga yang lebih murah. Pembangunan pabrik ini bahkan sempat dibahas di kolomnya pak Dahlan Iskan: Tawaran reno untuk Tesla dari Gubernur gila.

Selain itu, pertumbuhan kendaraan elektrik, seperti Tesla juga sangat pesat. Setiap tahunnya jumlah kendaraan ini tumbuh sangat pesat.

perkembangan tesla.png

Total penjualan Tesla Model S adalah 100.000 unit per akhir tahun lalu. Ya 100.000 unit untuk kendaraan kelas premium yang baru di jual 4 (empat) tahun lalu adalah jumlah yang sangat banyak. Untuk model 3 yang baru akan diluncurkan akhir 2017, Tesla sudah memperoleh pre-order sebanyak 400.000 unit. Memang secara jumlah masih jauh dibandingkan dengan total penjualan mobil di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 1.000.000 unit per tahun. Namun demikian, perlu disadari bahwa penjual mobil elektrik tidak hanya Tesla.

Analis di Bloomberg menyatakan bahwa tingkat penjualan kendaraan elektrik akan setara dengan penjualan kendaraan berbahan bakar minyak pada tahun 2040. Selain itu, di link tersebut, Bloomberg juga melakukan analisis mengenai perkembangan mobil elektrik yang akan berdampak pada terjadinya over supply (seperti yang terjadi pada tahun 2015 kemarin) yang akan mungkin terjadi pada tahun 2026.  Saya ga terlalu ngerti mengenai dunia minyak dan gas, jadi kalau terkait dengan hal tersebut mending baca link-nya.

SPBU yang dulunya saya bayangkan akan tetap ada hingga pensiun bahkan hingga akhir masa, mungkin akan berakhir riwayatnya beberapa dekade ke depan, bahkan sebelum saya pensiun. This is an example of disruptive innovation. Contoh dari disruptive innovation yang terjadi beberapa periode terakhir antara lain: kamera film digantikan kamera digital, floppy disk digantikan oleh flash disk, dan seterusnya. Dalam 2 atau 3 dekade ke depan, SPBU akan berkurang dan (mungkin) pada akhirnya akan sepenuhnya terganti oleh alat charge mobil listrik yang bisa dipasang di rumah, restoran, hotel, dan atau tempat-tempat lain yang sering dikunjungi masyarakat. Anda tidak lagi pergi ke jalan besar untuk mengisi bahan  bakar seperti yang biasa anda lakukan.

gas station.jpg

Btw, untuk satu kali charge mobil Tesla, anda dapat berkendara hingga sejauh 320 – 420 km.

tesla supercharger.png

Biaya charge-nya? hanya sekitar Rp100.000 ($8) untuk jarak sekitar 420 km. Atau kalau dikonversi per km-nya, maka biayanya hanya Rp250/km (selisih Rp50 dibandingkan perhitungan di atas, tergantung lokasi dan harga listrik per kWh). Yang pasti, jauh lebih murah dibandingkan dengan mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada saat ini. Jadi, apakah kita akan melihat adanya disruptive innovation yang akan mengubah cara kita berkendara di masa yang akan datang? Is this the signal, or just a noise? Only God knows.

Yang pasti, agar mobil elektrik dapat menggantikan kendaraan yang kita gunakan sehari-hari, kita harus membeli mobil listrik tersebut. Apabila masyarakat tidak mau menggunakan mobil listrik, meskipun dengan semua keunggulan tersebut di atas, ya SPBU akan hadir sampai kapanpun =)

Anyway, selamat berkendara! =D


sumber: tonyseba.com, tesla.com, bloomberg.com, etc.

Advertisements